Sekilas Info

Loading...

Jumat, 02 Juli 2010

Nilai Diri Kita

Pada suatu ketika,disebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kakek tersebut terdapat sekelompok anak yang sedang asyik bermain pasir,membentuk lingkaran.Kakek itu lalu menghampiri mereka dan berkata "Siapa diantara kalian yang mau uang Rp.50.000?".Semua anak itu berhenti bermain dan serempak mengacungkan tangannya sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap.Kakek lalu berkata "Kakek akan memberikan uang ini,setelah kalian melihat ini dulu".

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Diremasnya terus hingga beberapa saat.Ia lalu berkata "siapa yang masih mau dengan uang lusuh ini?" anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangannya."Tapi, kalau kakek injak uang ini bagaimana?". Lalu,kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras hingga kotor.Beberapa saat, sang kakek bertanya kembali "Siapa yang masih mau dengan uang ini?". Tetap saja, anak-anak itu mengacungkan jari mereka.Bahkan hingga mengundang perhatian orang sekitar.Kini semua orang di taman itu ikut mangacungkan jari mereka.

Cerita diatas sangatlah sederhana,namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu,apapun yang dilakukan oleh si kakek,semua anak tetap menginginkan uang itu.kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai uang yang dihadiahkan.Uang itu tetap berharga Rp.50.000.
Namun seringkali dalam hidup ini,kita merasa lusuh,kotor,tertekan,tidak berarti,terinjak,tak kuasa pada apa yang terjadi di seliling kita,atas segala keputusan yang telah kita ambil,kita merasa rapuh.Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya.Kita seringkali merasa tak berguna,tak berharga di mata orang lain.Kita merasa di sepelekan,diacuhkan dan tidak dipedulikan oleh keluarga,teman,bahkan lingkungan kita.

Namun percayalah,apapun yang terjadi atau bakal terjadi.kita tidak akan kehilangan nilai di mata Allah.Bagi-Nya,lusuh,kotor,tertekan,ternoda,selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.Kita tetap bernilai di mata Allah SWT.
Nilai dari diri kita,tdak timbul dari apa yang kita sandang,atau dari apa yang kita dapat.Nilai diri kita,akan dinilai dari akhlak dan perangai kita.Seberapapun kita di injak oleh ketidak adilan,kita akan tetap diperebutkan,kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.

Sahabat,akhlak adalah bunga kehidupan kita.Merupakan seberapa bernilainya manusia dengan akhlak,rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita.dan merupakan modal hidup.

0 komentar:

Poskan Komentar