Sekilas Info

Loading...

Sabtu, 24 Juli 2010

Sikap-Sikap Mendatangkan Manisnya Iman

Seseorang akan mendapatkan dan dapat merasakan manisnya iman jika melaksanakan apa yang Rasulullah Shalallohu 'alaihi wasallam- kabarkan dalam hadisnya :

ثَلَاث مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَان مَنْ كَانَ اللَّهَ وَرَسُوله أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا , وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْء لَا يُحِبّهُ إِلَّا لِلَّهِ , وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُود فِي الْكُفْر
بَعْد أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّه مِنْهُ كَمَا يَكْرَه أَنْ يُقْذَف فِي النَّار
Artinya : "ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat merasakan manisnya iman, yatu orang yang lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, mencintai orang lain hanya karena Allah dan tidak suka kembali kedalam kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka" (HR.Muslim dari Annas RA).

Makna manisnya iman adalah ketika dapat merasakan nikmatnya beribadah, merubah dan menyerahkan setiap masalah hanya kepada Allah untuk Ridho-Nya dan Rasul-Nya dengan melakukan ketaatan dan menjauhi hal-hal yang menyelisihi Allah dan Rasul-Nya. Mencintai hanya karena Allah dan Rasul-Nya, cinta antara anak adam dan yang lainnya berdasarkan cinta karena Allah dan Rasul-Nya.

Dan benci/tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dengan hidayah. Tenangnya hati dengan iman tersebut dan lapang dadanya. Cinta adalah buah dari kecintaan terhadap Allah. Mencintai apa yang Allah cintai. dan membenci apa yang Allah benci.

Mencintai seseorang dengan ketaatannya kepada Allah. dan tidak membenci seseorang kecuali terhadap perbuatan yang menyelisihi apa yang Allah ridhai. Menguatkan iman dengan berusaha memahami islam dengan baik sesuai dengan apa yang Rasulullah dan para sahabat pahami.

0 komentar:

Poskan Komentar